Musik memang sangat
berpengaruh dalam kehidupan manusia. Kebanyakan orang beranggapan, bahwa dunia
tanpa musik adalah dunia yang ‘hampa’. Masing-masing kita punya selera musik
yang berbeda-beda dan musik itu sendiri terkandung beragam jenis ataupun aliran
yang tercipta waktu demi waktu sesuai dengan zamannya para musisi. Musik kadang
mempengaruhi status sosial manusia yang justru sering disalahartikan
orang-orang. Misalnya saja musik jazz yang dianggap sebagai musik
kelas bawah yang pada awalnya merupakan musik yang tercipta dari kaum ‘budak’,
justru sekarang musik jazz disukai oleh banyak orang yang berbeda
status sosial.
Musik adalah hal
multi-fungsi yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan kita. Kadang musik
menginspirasi kita dalam bertindak, musik menjadi gambaran diri kita sesuai
lirik yang ada di lagu-lagu, dan musik enak didengar dengan segala hal yang
kita sukai yang terkandung di dalamnya. Sebagai makhluk sosial tentunya
pertumbuhan dan perkembangan kepribadian kita akan selalu berubah seiring
bertambahnya usia. Perkembangan dan pertumbuhan itu sebagian besar dipengaruhi
oleh lingkungan dan ada juga pengaruh musik. Musik yang kita sukai akan selalu
menjadi favorit kita dalam setiap lagu-lagu yang ada. Bila kita sudah cinta
terhadap musik tersebut, musisi-musisi yang membawakan musik tersebut pun
kemungkinan dapat mempengaruhi cara kita memandang hidup.
Tidak banyak yang
tahu perkembangan musik di Indonesia sejak zaman dulu hingga sekarang ini.
Termasuk saya, tidak tahu betul bagaimana perkembangannya. Namun yang saya
tahu, musik di Indonesia sudah cukup banyak mengalami perubahan baik genre
maupun musikalitas. Apalagi jenis musik dan lagu yang menjadi hits di Indonesia,
beda sekali dengan zamannya Koes Plus, God Bless, Slank, dan sebagainya. Dulu
kita boleh bangga dengan adanya Koes Plus dan Panbers. Indonesia dikenal
sebagai rumahnya musik berkualitas yang mampu menyaingi selera musik barat.
Bahkan kita pernah punya The Tielman Brother yang disebut-sebut sebagai ‘ibu’
dari musik rock ‘n roll. Selain itu, kita punya band rock yang melegenda hingga
ke luar negeri seperti God Bless dan Slank. Tapi saat ini, yang kita sering
dengar di radio-radio maupun di televisi adalah musik-musik pop melayu yang
mulai menurunkan pamor rock sebagai musik kegemaran. Apalagi dengan munculnya
grup musik yang berlomba-lomba mengusung tema Boy Band ataupun Girl
Band yang ingin menyaingi sebagaimana yang ada di Korea Selatan.
Perkembangan musik di
Indonesia terjadi begitu sangat cepat sampai-sampai musik-musik tradisional
daerah kita hampir dilupakan hanya karena tumbuh dan berkembangnya musik non
tradisional atau musik modern. Padahal musik tradisional di Indonesia tidak
lain adalah musik yang lahir dan dipelihara terus di Indonesia. Musik
tradisional ini sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, bahkan agama dan
struktur masyarakat masing - masing daerah. Selain itu, perkembangan musik non
tradisinal di Indonesia banyak di pengaruhi oleh musik – musik dari luar
negeri. Pengaruh musik bangsa asing itu mengakibatkan warna (corak) musik-musik
di Indonesia bermacam- macam. Ada pengaruh dari bangsa Barat, Timur Tengah,
India, China dan lain sebagainya. Perkembangan musik di Indonesia saat ini juga
sangat dipengaruhi oleh hadirnya musisi-musisi asing (musisi luar negeri) yang
mengadakan konser di Indonesia.
Pada tahun 2011
terjadi peningkatan luar biasa pada kuantitas konser atau pertunjukan musisi
asing di Indonesia, terutama di Jakarta. Berderet-deret penyanyi dan kelompok
musik mancanegara dari berbagai genre menggelar konsernya. Sebuah hingar-bingar
showbiz yang tak pernah terjadi di Indonesia selama ini, kini semakin
banyak dilakukan. Indonesia akhirnya menjadi bagian dari pergaulan musik internasional
di Asia, setelah beberapa waktu lamanya, semarak showbiz pertunjukan
musik pop dipegang Jepang, Hong Kong, dan Singapura. Dalam data yang diperoleh
dari pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sepanjang Januari hingga
November 2011 tercatat sekitar 1.546 orang yang terdiri atas pemusik dan awak
produksi asing yang meminta izin konser di Jakarta.
Setidaknya sekitar
200 konser asing telah digelar sepanjang tahun 2011 dalam berbagai pertunjukan
musik berbentuk single concerts hingga musik festival. Ini berarti dalam
setiap bulan telah berlangsung rata-rata sekitar 15 atau 16 konser atau sekitar
3 hingga 5 konser dalam seminggu. Jumlah konser pada tahun 2011 jelas mengalami
kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Izin rombongan asing
pada tahun 2010 tercatat sekitar 1.392 orang dan sekitar 786 orang pada tahun
2009. Kenaikan jumlah artis asing yang menggelar konser di Indonesia ini mulai
memperlihatkan grafik meningkat sejak 2009. Sebelumnya Indonesia, terutama di
Jakarta adalah negara yang masuk dalam travel warning bagi para artis
mancanegara yang ingin menggelar konser. Penyebabnya adalah masalah teroris
yang meningkat dan keamanan yang tidak begitu memadai.
Lalu, apakah maraknya
konser asing ini memiliki dampak terhadap perkembangan industri musik di
Indonesia? Apakah menjamurnya kuantitas konser musisi mancanegara menjegal
popularitas musisi Indonesia? Saya justru melihat iklim kreativitas akan lebih
bertumbuh kembang dengan banyaknya konser asing yang digelar di Indonesia.
Kenapa? Pertama baik penonton maupun pemusik Indonesia justru mendapatkan
sebuah referensi musik atau pembelajaran masalah musik mulai dari sisi
kreativitas, produksi, manajerial, dan sebagainya.
Penonton akan
mendapatkan sebuah tontonan yang lebih inovatif dan variatif. Adapun pemusik
bisa belajar dari banyak hal, mulai produksi acara, manajemen panggung, hingga
inovasi yang berbasis musikal dan teknologi. Bahkan yang pantas digarisbawahi
lagi adalah terbukanya peluang untuk berinteraksi dengan pemusik asing yang
memiliki skala internasional. Misalnya gagasan dari Peter F Gontha,
penggagas dan Chairmandari Java Jazz International Festival yang telah
memasuki tahun penyelenggaraan ke- 8.
Peter Gontha
dalam setiap ajang Java Jazz selalu berupaya membaurkan talenta artis
asing dengan talenta lokal dalam konsep kolaborasi. Misalnya gitaris dan
vokalis Jazz George Benson tampil di Java Jazz dengan iringan orkestra
dari Andi Rianto dan Magenta Orkestra.Termasuk ketika Slank
tampil diiringi Rou King Big Band di arena Java Jazz. Dalam konsep jam
session memang banyak hal positif yang bisa dipetik dari ajang Java Jazz
Festival ini.
Misalnya penyanyi Dira
Sugandi yang pernah menyanyi bareng kelompok Acid Jazz Incognito,
kemudian mendapat tawaran menarik dari Paul Bluey, Frontman Incognito
untuk melakukan rekaman album solo di Inggris. Dan akhirnya, Dira Sugandi
merilis album solo secara internasional dengan tajuk “Something About The
Girl” (2010). Promotor Adrie Subono dari Java Musikindo pun kerap
memasang band-band Indonesia sebagai opening act band asing yang tengah
konser di Jakarta.
Dalam konser The
Hitman, David Foster & Friends Asia Tour 2011 pada 28 Oktober 2011
lalu juga terjadi sesuatu yang membanggakan bagi musik Indonesia karena David
Foster tertarik dengan bakat seorang penyanyi remaja yang ikut bernyanyi di
konsernya untuk dibawa ke dalam industri musik internasional. Hal serupa juga
terjadi ketika komposer pop Dianne Warren bersanding dengan penyanyi Sandhy
Sondoro dalam Java Jazz Festival 2009.
Dianne Warren
tertarik dan berminat dengan musikalitas Sandhy Sondoro. Dianne
Warren lalu mengundang Sandhy tampil di Amerika Serikat, antara lain
berduet dengan Gloria Estefan. Bahkan, Dianne Warren yang dikenal
sebagai hitmaker internasional ini pun menciptakan lagu untuk
dinyanyikan Sandhy Sondoro. Sebenarnya, masih banyak peristiwa
kolaborasi musik yang terjadi dalam industri musik di Indonesia. Singkatnya,
kedatangan musisi mancanegara bukan memberangus lahan pemusik negeri ini. Itu
karena ada interaksi musikal antara keduanya, baik pemusik asing maupun pemusik
lokal. Dari terciptanya kolaborasi di atas pentas pertunjukan, pada akhirnya
berlanjut lebih jauh ke dunia rekaman. Ini tentu saja merupakan sebuah progres
yang bagus untuk perkembangan musik Indonesia.
Hadirnya
pemusik asing dalam industri hiburan negeri ini tidak hanya dalam skala bisnis
belaka, tetapi ada interaksi budaya yang menghasilkan sebuah kolaborasi
antarbangsa. Setidaknya, hal semacam inilah yang memberikan nilai tambah untuk
kemajuan industri musik di Tanah Air.
Konser musisi asing
(musisi luar negeri) tidak hanya berpengaruh terhadap industri musik Indonesia,
tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini
dapat kita lihat ketika seseorang melakukan sesuatu hal seperti yang dilakukan
oleh musisi idolanya. Misalnya, dalam hal penampilan, gaya hidup (life style),
cara berbicara sang idola, dan masih banyak lagi.
Misalnya di era
1950-an ketika Elvis Presley menjadi idola musik rock ‘n roll di
semua kalangan masyarakat khususnya kalangan remaja, rock ‘n roll dan
Elvis Presley sebagai idola dari musik itu mempengaruhi kehidupan sosial
masyarakat di zaman itu dalam berperilaku. Perilaku para remaja khususnya di
zaman itu, mereka mulai meniru gaya sang idola dan menerapkannya dalam
kehidupan sosialnya. Misalnya, rambut yang dipanjangkan dan dibentuk sesuai
gaya Elvis Presley, gaya berbusana yang khas Elvis Presley, hingga perilaku
Elvis di panggung atau pun di kehidupan sehari-hari pun kerap ditiru.
Beberapa tahun
setelah Elvis Presley, muncul sekelompok anak muda berbakat di dunia musik dan
menjadi idola baru yang juga terpengaruh oleh Elvis Presley dan musiknya, yaitu
The Beatles. Empat orang pemuda yang tergabung dalam band tersebut menjadi
idola baru bagi masyarakat di zaman itu. Gaya berbusana, gaya rambut, gaya
bermusik, hingga kehidupan sehari-hari pun ditiru oleh pecintanya. Hal tersebut
menunjukkan bahwa pengaruh musik begitu besar dalam kehidupan sosial. Baik
pengaruh dari Elvis Presley atau pun dari The Beatles yang dengan musiknya
membawa pengaruh yang begitu besar dalam kehidupan sosial bagi pecintanya.
Setelah The Beatles,
kemudian muncul The Rolling Stones dan Led Zeppelin yang tampil lebih ganas
dengan musiknya. Lagi-lagi musik rock ‘n roll yang diusung dan membawa
pengaruh tersendiri bagi para pencintanya. Keduanya mengusung slogan ‘sex,
drugs, and rock ‘n roll‘ yang diikuti dan bahkan menjadi trend bagi
pencintanya. Kalangan remaja khususnya yang menjadi fans berat The Rolling
Stones dan Led Zeppelin di zaman itu, kehidupan seks, obat-obatan terlarang,
mabuk-mabukan hingga kekerasan seakan sudah menjadi budaya baru yang menjadi
trend dan menyatu dengan musik yang mereka cintai yaitu rock ‘n roll.
Remaja di masa itu menganggap bahwa seks, obat-obatan terlarang, minuman keras
hingga kekerasan adalah bagian dari rock ‘n roll sebagai musik yang
mereka cintai. Dan pengaruh besar juga datang dari musisi-musisi yang mereka
cintai yang sebelumnya hidup dengan hal-hal tersebut, dan secara tidak langsung
musisi-musisi tersebut memperkenalkan kepada pecintanya bahwa kehidupan sosial
yang rock ‘n roll adalah kehidupan dengan seks, obatan terlarang, minuman
keras serta kekerasan.
Lagu barat dengan
para penyanyinya (para musisi asing) memang selalu fenomenal di Indonesia.
Bahkan, beberapa pasangan menjadikan lagu barat sebagai lagu kenangan pertemuan
maupun pernikahan mereka. Musisi asing memang terkenal dengan racikan musiknya
yang apik dan suara para penyanyinya yang sangat bagus.
Karakter vocal
penyanyi asing, alunan irama, serta koreografi merupakan daya tarik musisi
asing (musisi luar negeri) yang sangat memikat hati para penggemarnya.
Ibaratnya, tidak ada seorang pun penyanyi asing/penyanyi luar negeri yang
bersuara fals dan tidak ada seorang pun penyanyi asing/penyanyi luar
negeri yang melakukan koreografi asal-asalan, tanpa energi, dan tanpa persiapan
yang matang.
Selain menjadi tolak
ukur pergaulan dan gaya hidup, lagu barat yang dibawakan oleh para
musisi-musisi asing memiliki manfaat positif bagi para pendengar musik di
Indonesia. Manfaat yang bisa diambil dari lagu asing adalah belajar bahasa
Inggris gratis. Kegemaran seseorang pada lagu barat secara otomatis akan
memmbangkitkan semangat orang tersebut untuk menghafalkan lirik serta
melafalkannya dengan benar. Bahkan, menerjemahkannya untuk mengetahui makna
yang tersirat di dalam lirik lagu asing tersebut.
Cara ini secara tidak
langsung telah memberikan pelajaran berharga bagi orang-orang yang ingin
memperdalam bahasa Inggris. Tanpa biaya kursus, para pecinta musik asing bisa
menghafal beberapa kosa kata dan cara pengucapan bahasa Inggris dari lirik lagu
asing/lagu barat tersebut dengan sendirinya.
Banyak alasan yang
membuat orang Indonesia begitu menyenangi para musisi-musisi asing dan juga
lagu-lagu yang mereka bawakan. Berikut ini merupakan beberapa alasan lagu barat
lebih disenangi dibanding lagu Indonesia.
·
Lagu-lagu cinta Indonesia selalu
mendeskripsikan orang yang dicintai sebagai sosok sempurna, sedangkan lagu
barat mendeskripsikan seseorang yang dicintai dengan apa adanya.
·
Tema lagu Indonesia lebih didominasi
oleh percintaan yang kadang menyimpang dari logika karena terlalu berlebihan,
sedangkan lagu barat mengambil tema dari segala bidang dengan apa adanya dan
sesuai dengan realita/kenyataan.
·
Penyanyi Indonesia lebih mengandalkan
musisi-musisi tertentu untuk menciptakan lagu sehingga penghayatan akan lagu
yang diciptakan tersebut kurang. Sementara itu, para penyanyi asing atau
penyanyi lagu barat mayoritas mulai menciptakan lagu sendiri untuk
mengoptimalkan penghayatan atas lagu yang diciptakan tersebut.
·
Video klip lagu Indonesia cenderung
hanya memberikan kesan bohong dan tidak masuk akal. Sedangkan video klip lagu
barat lebih menarik dan bermakna karena keseriusannya dalam membuat sebuah
video klip.
·
Lagu Indonesia jarang dikenal di Negara
lain karena kekurangan yang telah disebutkan. Sedangkan, lagu barat bisa
dikenal karena kualitas musik mereka dapat diterima oleh dunia internasional.
Begitu besarnya
pengaruh musik dalam kehidupan sosial manusia, dan pengaruh tersebut sedikit
banyak merubah cara pandang kita dalam kehidupan. Musik yang trend sering
sekali memperkenalkan budaya baru dan akan diikuti oleh para pecinta musik
tersebut. Tidak heran jika banyak sekali orang yang kehidupan sosialnya
terkesan ‘mengikuti’ perilaku para pemusik.
Sebagai kesimpulan
dari pembahasan topik di atas, maka saya dapat menyimpulkan bahwa konser yang
diadakan oleh musisi-musisi asing (musisi-musisi luar negeri) di Indonesia
mempunyai dampak positif dan negatif terhadap kemajuan industri musik Indonesia
dan juga terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai dampak positifnya
bagi industri musik Indonesia adalah :
1. Para musisi-musisi Indonesia bisa
mengenal musik asing dan menjadikannya sebagai referensi atau pembelajaran
masalah musik mulai dari sisi kreativitas, produksi, manajerial, dan sebagainya
untuk dapat dikembangkan dalam kemajuan musik Indonesia.
2. Dengan diadakannya konser musisi asing
di Indonesia maka musisi-musisi Indonesia bisa berinteraksi secara langsung
dengan musisi-musisi asing, serta dapat berkolaborasi.
Sedangkan dampak
negatif diadakannya konser musisi asing atau musisi luar negeri di Indonesia
adalah : para musisi Indonesia harus siap bersaing dengan musisi asing, dimana
musisi asing lebih berkualitas dan lebih digemari oleh masyarakat Indonesia.
Adapun dampak
positifnya terhadap masyarakat Indonesia adalah
:
1. Masyarakat
Indonesia bisa mendapatkan hiburan yang lebih berkualitas.
2. Masyarakat Indonesia bisa bertemu
langsung dengan idola mereka (musisi asing) tanpa mereka harus pergi ke Negara
asal si musisi untuk dapat melihat konser yang diadakannya.
Sedangkan dampak
negatifnya adalah masyarakat Indonesia dapat terpengaruh oleh musisi-musisi
idola mereka baik dari gaya hidup (life style) mereka yang tidak baik,
penampilannya, hingga perilaku mereka kerap ditiru oleh masyarakat Indonesia.
Kehidupan sosial dan
musik saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Tergantung cara kita memandang
dan bagaimana cara kita dalam menikmati musik itu sendiri.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar