Modifikasi perilaku
menunjuk kepada teknik mengubah perilaku, seperti mengubah perilaku dan reaksi
seseorang terhadap suatu stimulus melalui penguatan perilaku adaptif dan/atau
penghilangan perilaku maladaptif melalui hukuman. Istilah ini pertama kali
digunakan oleh Edward
Thorndike pada tahun 1911
dalam artikelnya Provisional laws of acquired behavior or learning.
Eksperimen
psikologi klinis menggunakan istilah modifikasi perilaku untuk merujuk pada
teknik psikoterapi khususnya untuk meningkatkan perilaku adaptif dan
menghilangkan yang maladaptif. Dua istilah lain yang berhubungan adalah terapi
perilaku dan analisis perilaku. Dalam hal ini, beberapa penulis menganggap
bahwa modifikasi perilaku cakupannya lebih luas.
- Pengaruh sikap dan perilaku konsumen
Dari bujukan hingga komunikasi
Berawal dari Stimulan yang merupakan masukan proses perilaku dibedakan atas
rangsangan pemasaran dari pemasar dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu
sendiri. Sedangkan proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor
personal maupun sosial konsumen. Respons perilaku konsumen dapat dijadikan
faktor yang dapat membentuk keputusan pembelian (yaitu pembelian selanjutnya)
atau tidak melakukan pembelian (menolak produk yang ditawarkan).
Rangsangan pemasaran dari pemasar yang dapat
mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yaitu seluruh kegiatan pemasaran yang
meliputi bujukan hingga komunikasi mengenai produk tertentu yang ditawarkan.
Para pemasar dapat melakukan kegiatan yang dapat dijadikan teknik modifikasi perilaku
konsumen. Berbagai teknik modifikasi yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku
konsumen adalah melalui beberapa aspek pemasaran yang meliputi aspek produk,
aspek harga, dan aspek promosi.
2. Pengaruh kebudayaan terhadap pembelian dan konsumen Pengertian kebudayaan
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture
juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
3. Pengaruh
kebudayaan terhadap perilaku konsumen
Budaya mengacu pada seperangkat nilai, gagasan,
artefak dan simbol yang mempunyai makna, yang membantu individu berkomunikasi,
memberikan tafsiran serta melakukan evaluasi. Budaya tidak hanya bersifat
naluriah saja, namun budaya memberikan dampak pada perilaku yang dapat diterima
didalam masyarakat. Beberapa sikap dan perilaku yang dipengaruhi budaya,
meliputi : (James Engel,2002 :70).
a. Rasa dan ruang
b. Komunikasi dan bahasa
c. Pakaian, penampilan
d. Makanan dan kebiasaan makan
e. Waktu
f. Hubungan (keluarga, organisasi, pemerintah, dsbnya)
g. Nilai dan norma
h. Kepercayaan dan sikap
i. Proses mental dan pembelajaran
Modifikasi
perilaku dapat diartikan sebagai:
- Upaya, proses, atau tindakan untuk mengubah perilaku.
- Aplikasi prinsip-prinsip belajar yg teruji secara sistematis untuk mengubah perilaku tidak adaptif menjadi perilaku adaptif.
- Penggunaan secara empiristeknik-teknik perubahan perilaku untuk memperbaiki perilaku melalui penguatanpositif, penguatan negatif, dan hukuman
- Usaha untuk menerapkan prinsip-prinsip proses belajar maupun prinsip-prinsip psikologi hasil eksperimen pada manusia.
Modifikasi perilaku juga menekankan
pengaruh belajar dan lingkungan, artinya bahwa prosedur dan teknik tritmen
menekankan pada modifikasi lingkungan tempatdimana individu tersebut berada,
sehingga membantunya dalam berfungsi secara lebihbaik dalam masyarakat.
Lingkungan tersebut dapat berupa orang, objek, peristiwa, atausituasi yang
secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap kehidupanseseorang.
Mengikuti pendekatan ilmiah artinya bahwa penerapan modifikasi perilakumemakai
prinsip-prinsip dalam psikologi belajar, dengan penempatan orang,
objek,situasi, atau peristiwa sebagai stimulus, serta dapat
dipertanggungjawabkan secarailmiah. Sedangkan menggunakan metode-metode aktif
dan pragmatik untuk mengubahperilaku maksudnya bahwa dalam modifikasi perilaku
lebih mengutamakan aplikasi darimetode atau teknik-teknik yang telah
dikembangkan dan mudah untuk diterapkan.
Adapun
teknik modifikasi perilaku adalah sebagai berikut :
1. Dorongan (Prompting)
Permintaan untuk melakukan suatu
tindakan kepada seseorang.Barangkali setiap orang yang pernah memesan makanan
di restoran fast-food pernah menjumpai dorongan.
2. Teknik Banyak Permintaan (Many
asking)
Mengajukan beberapa permintaan
kepada konsumen dengan mengawalinya dari permintaan yang kecil lalu ke
permintaan yang lebih besar. Atau sebaliknya, diawali dari permintaan besar
kemudian diikuti oleh permintaan lebih kecil.Contoh: Menawarkan produk yang
lebih mahal terlebih dahulu, kemudian menawarkan produk yang lebih murah.
3. Prinsip Resiprositas (Reprosity)
Teknik meningkatkan kepatuhan
konsumen atas permintaan pemasar dengan lebih dahulu menawarkan orang
bersangkutan sejumlah hadiah atau sample produk.
Contoh : Memberikan sample produk
gratis, mencicipi produk, test drive dan
sebagainya.
4. Peran Komitmen (Committement)
Komitmen yang dipegang secara
konsisten akan meningkatkan jumlah pembelian. Komitmen yang tertulis akan dapat
meningkatkan konsistensi dalam bertransaksi.Perusahaan penjualan door to door
telah menemukan keajaiban komitmen tertulis. Mereka dapat mengurangitingkat
pembatalan hanya dengan meminta pelanggan mengisi formulir perjanjian penjualan
(sebagai tanda jadi.
5. Pelabelaan (Labeling)
Melibatkan pelekatan semacam
gambaran pada seseorang, seperti “Anda Baik Hati”. Label diduga menyebabkan
orang memandang diri mereka dengan cara yang disiratkan oleh labelnya.
Pelabelan dapat digunakan oleh pemasar untuk menarikhati calon konsumen,
sehingga pembelian terjadi.Pemasar pakaian dapat mengatakan, “Anda orang tua
yang penuh perhatian.” di saat menawarkan pakaian untuk anak orang tersebut.
6. Intensif (Insentif)
Insentif mencakup jajaran luas
alat-alat promosi, seperti korting harga, undian, rabat, kontes dan kupon.
Insentif biasanya mewakili komponen penting dari keseluruhan strategi promosi
produk.
Contoh : mainan anak pada produk
makanan anak, cairan pewangi pada produk
detergen dan sebagainya.
ANALISIS FUNGSI
Langkah awal
dalam modifikasi perilaku disebut analisis fungsi. Dalam analisis ini informasi
yang relevan dikumpulkan sesuai dengan permasalahan yang akan ditangani. Ada
tiga hal yang perlu diungkap dalam analisis fungsi, yaitu faktor-faktor
penyumbang terjadinya perilaku, yang ”memelihara” perilaku, dan tuntutan
melakukan analisis fungsi dapat digunakan formula ABC. Formula tersebut adalah:
A
(Antecedent) ialah segala hal yang mencetuskan atau menyebabkan perilaku yang
dipermasalahkan. Antecedent ini berkaitan dengan situasi tertentu (bila
sendiri, bila bersama teman, saat tertentu, tempat tertentu, selagi melakukan
aktivitas tertentu, dan sebagainya).
B (Behavior)
ialah segala hal mengenai perilaku yang dipermasalahkan. Behavior ini dilihat
dari sisi frekuensinya, intensitasnya, dan lamanya.
C
(Cosequence) ialah akibat-akibat yang diperoleh setelah perilaku itu terjadi.
Konsekuensi inilah yang biasanya ’memelihara” perilaku yang menjadi masalah.
Misalnya: mendapat pujian atau perhatan, peerasaan lebih tenang, bebas dari
tugas, dan sebagainya.
Setelah
informasi yang relevan diperoleh, barulah diambil kesimpulan berkaitan dengan:
- Siapa yang perlu dikenai perlakuan, dan sipakah yang perlu diikutsertakan dalam pemberian perlakuan.
- Perilaku
mana yang merupakan sasaran perubahan lebih dahulu.
3. Teknik apa yang akan digunakan.
https://hanadwiutami.wordpress.com/2014/01/16/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/faktor-faktor-yang-mempengaruhi sikap-dan-perilaku-konsumen/
http://id.wikipedia.org/wiki/Modifikasi_perilaku
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/faktor-faktor-yang-mempengaruhi sikap-dan-perilaku-konsumen/
http://id.wikipedia.org/wiki/Modifikasi_perilaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar