Minggu, 03 Januari 2016

Tuntutan Buruh atas Kenaikan Upah

Tulisan 3

Buruh akan terus menggelar aksi besar-besaran di seluruh Indonesia setelah pada 30 Oktober 2015 sejumlah buruh di Jabodetabek turun jalan ke depan Istana Presiden. Kini para buruh mengancam kembali mogok kerja.

Mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk protes para buruh mengenai penetapan formula kenaikan upah‎ setiap tahun yang berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Buruh akan melakukan Mogok Nasional serempak di 25 propinsi dan 200 kab/kota dengan 5 juta orang buruh akan ikut mogok nasional tersebut pada 18- 20 November 2015," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangannya.

Said menuturkan, mogok nasional akan dilakukan dengan menghentikan proses produksi di seluruh kawasan industri dan di Bursa Efek Indonesia bahkan buruh pelabuhan,bandara,dan jalan tol akan bergabung dalam aksi masif ini.
Tidak hanya itu, buruh juga mengkritik keras tindakan polisi terhadap buruh dalam aksi 30 Oktober lalu di Istana. Hal itu dijelaskan Said makin memperkuat solidaritas buruh dan tidak akan takut terhadap kekerasan polisi yang selalu mengatasnamakan negara dan hukum.

Menurut Said, bukan tanpa alasan buruh menuntut pencabutan formula penetapan kenaikan upah dan menuntut kenaikan upah minum profinsi (UMP) naik minimal 25 persen setiap tahunnya.‎
Alasannya, rupiah juga mulai membaik dan ada 16 perusahaan tekstil dan padat karya akan beroperasi dengan menyerap 121 ribu pekerja baru (sebelum ada PP nomor 78/2015) dan walaupun dibilang ekonomi melambat tapi masih tumbuh 4,6 persen berarti masih ada penyerapan lapangan kerja baru 1 juta orang.

Pendapat Pribadi

Pendapat saya mengenai hal ini adalah dengan demo para buruh yang menuntut kenaikan upah/ UMR terbilang memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi. Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai aksi buruh ini, juga ada orang yang peduli dan skeptis. 
Permasalahan mengenai peningkatan kesejahteraan buruh itu sendiri kiranya tidak akan dapat dipecahkan oleh buruh sendiri atau negara bahkan pengusaha. Masing-masing pihak tentu mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Buruh tentu saja ingin meningkatkan taraf kehidupannya, negara ingin berperan besar dalam mengetas kemiskinan dan membuka banyak lapangan kerja, dan pengusaha selalu berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya. Ketiga pihak inilah yang kemudian dituntut untuk saling berdiskusi satu sama lain untuk memberikan pemecahan dalam kaitannya dengan kesejahteraan buruh.
Solusi pertama datang dari buruh, yakni dengan meningkatkan solidaritas kaum buruh. Serikat buruh dapat dijadikan ujung tombak, tapi harus benar-benar solid jika ingin melakukan perubahan. Kita dapat berkaca pada beberapa negara maju yang efektif memanfaatkan serikat buruh untuk mengubah suatu kebijakan.  Dan salah satu cara yang bisa dikembangkan dari serikat buruh ini adalah dengan membentuk koperasi yang nantinya akan menjamin mereka apabila terjadi pemutusan hubungan kerja. Selain sebagai jaminan sosial, koperasi juga mampu menghimpun dana buruh untuk melakukan aksi.
Solusi kedua datang dari pemilik modal. Perubahan cara pandang mereka terhadap buruh harus diubah. Buruh bukan lagi alat atau faktor produksi, tetapi merupakan partner. Cara lain adalah dengan Corporate Social Responsibility (CSR) suatu bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
Solusi yang ketiga datang dari negara. Negara akan memainkan peran penting dalam peningkatan kesejahteraan buruh. Kebijakan mengenai UMR perlu disempurnakan. UMR harusnya berkaca pada tingkat kebutuhan riil tenaga kerja dan disesuaikan dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang pemerintah keluarkan seharusnya memenuhi sisi keadilan, sehingga negara tidak lagi lebih condong kepada pihak pemilik modal dan dijadikan boneka pengusaha, tetapi mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung dan penjaminan hak-hak masyarakat.

 
Demo para buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi.  Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai aksi buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at: http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo para buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi.  Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai aksi buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at: http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo para buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi.  Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai aksi buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at: http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo para buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi.  Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai aksi buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at: http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo para buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi.  Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai aksi buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at: http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Sumber artikel : 
http://bisnis.liputan6.com/read/2354926/buruh-ancam-mogok-kerja-pada-18-november

Tidak ada komentar:

Posting Komentar