Buruh akan terus menggelar aksi besar-besaran di seluruh Indonesia setelah
pada 30 Oktober 2015 sejumlah buruh di Jabodetabek turun jalan ke depan
Istana Presiden. Kini para buruh mengancam kembali mogok kerja.
Mogok kerja ini dilakukan sebagai bentuk protes para buruh mengenai
penetapan formula kenaikan upah setiap tahun yang berdasarkan inflasi
dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Buruh akan melakukan Mogok Nasional serempak di 25 propinsi dan 200
kab/kota dengan 5 juta orang buruh akan ikut mogok nasional tersebut
pada 18- 20 November 2015," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam
keterangannya.
Said menuturkan, mogok nasional akan dilakukan dengan menghentikan
proses produksi di seluruh kawasan industri dan di Bursa Efek Indonesia
bahkan buruh pelabuhan,bandara,dan jalan tol akan bergabung dalam aksi
masif ini.
Tidak hanya itu, buruh juga mengkritik keras tindakan polisi terhadap
buruh dalam aksi 30 Oktober lalu di Istana. Hal itu dijelaskan Said
makin memperkuat solidaritas buruh dan tidak akan takut terhadap
kekerasan polisi yang selalu mengatasnamakan negara dan hukum.
Menurut Said, bukan tanpa alasan buruh menuntut pencabutan formula penetapan kenaikan upah dan menuntut
kenaikan upah minum profinsi (UMP) naik minimal 25 persen setiap
tahunnya.
Alasannya, rupiah juga mulai membaik dan ada 16 perusahaan tekstil
dan padat karya akan beroperasi dengan menyerap 121 ribu pekerja baru
(sebelum ada PP nomor 78/2015) dan walaupun dibilang ekonomi melambat
tapi masih tumbuh 4,6 persen berarti masih ada penyerapan lapangan kerja
baru 1 juta orang.
Pendapat Pribadi
Pendapat saya mengenai hal ini adalah
dengan demo para buruh yang menuntut kenaikan upah/ UMR terbilang
memprihatinkan dan menyedihkan. Mengapa memprihatinkan? karena saat ini untuk
menaikkan kesejahteraan, para buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi
demonstrasi. Kemudian sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak
pabrik lumpuh serta mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan
kontra mengenai aksi buruh ini, juga ada orang yang peduli dan skeptis.
Permasalahan mengenai peningkatan
kesejahteraan buruh itu sendiri kiranya tidak
akan dapat dipecahkan oleh buruh sendiri atau negara bahkan pengusaha.
Masing-masing pihak tentu mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Buruh tentu
saja ingin meningkatkan taraf kehidupannya, negara ingin berperan besar dalam
mengetas kemiskinan dan membuka banyak lapangan kerja, dan pengusaha selalu
berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya. Ketiga pihak inilah yang kemudian
dituntut untuk saling berdiskusi satu sama lain untuk memberikan pemecahan
dalam kaitannya dengan kesejahteraan buruh.
Solusi pertama datang dari buruh,
yakni dengan meningkatkan solidaritas kaum buruh. Serikat buruh dapat
dijadikan ujung tombak, tapi harus benar-benar solid jika ingin melakukan
perubahan. Kita dapat berkaca pada beberapa negara maju yang efektif
memanfaatkan serikat buruh untuk mengubah suatu kebijakan. Dan salah satu cara
yang bisa dikembangkan dari serikat buruh ini adalah dengan membentuk koperasi
yang nantinya akan menjamin mereka apabila terjadi pemutusan hubungan kerja.
Selain sebagai jaminan sosial, koperasi juga mampu menghimpun dana buruh untuk
melakukan aksi.
Solusi kedua datang dari pemilik
modal. Perubahan cara pandang mereka terhadap buruh harus diubah. Buruh bukan
lagi alat atau faktor produksi, tetapi merupakan partner. Cara lain adalah
dengan Corporate Social Responsibility
(CSR) suatu bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
Solusi yang ketiga datang dari
negara. Negara akan memainkan peran penting dalam peningkatan kesejahteraan
buruh. Kebijakan mengenai UMR perlu disempurnakan. UMR harusnya berkaca pada
tingkat kebutuhan riil tenaga kerja dan disesuaikan dengan inflasi dan
pertumbuhan ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang pemerintah keluarkan seharusnya
memenuhi sisi keadilan, sehingga negara tidak lagi lebih condong kepada pihak
pemilik modal dan dijadikan boneka pengusaha, tetapi mampu menjalankan
fungsinya sebagai pelindung dan penjaminan hak-hak masyarakat.
Demo
para
buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan
menyedihkan.
Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan,
para
buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi. Kemudian
sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh
serta
mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai
aksi
buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at:
http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo
para
buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan
menyedihkan.
Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan,
para
buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi. Kemudian
sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh
serta
mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai
aksi
buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at:
http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo
para
buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan
menyedihkan.
Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan,
para
buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi. Kemudian
sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh
serta
mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai
aksi
buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at:
http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo
para
buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan
menyedihkan.
Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan,
para
buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi. Kemudian
sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh
serta
mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai
aksi
buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at:
http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Demo
para
buruh yang menuntut kenaikan gaji UMR terbilang memprihatinkan dan
menyedihkan.
Mengapa memprihatinkan? Karena saat ini untuk menaikkan kesejahteraan,
para
buruh harus terlebih dahulu melakukan aksi demonstrasi. Kemudian
sekaligus menyayangkan, karena sistem produksi di banyak pabrik lumpuh
serta
mengganggu ketertiban umum. Banyak orang yang pro dan kontra mengenai
aksi
buruh ini, ada juga orang yang peduli dan skeptis. - See more at:
http://jebecitizen.blogspot.co.id/2013/05/sudahkah-buruh-sejahtera-hari-ini.html#sthash.qViQWFYA.dpuf
Sumber artikel : http://bisnis.liputan6.com/read/2354926/buruh-ancam-mogok-kerja-pada-18-november
Tidak ada komentar:
Posting Komentar