TUGAS
5
Pengaruh globalisasi dalam dunia
industri saat ini telah menyebabkan persaingan antar perusahaan menjadi semakin
ketat dan kompetitif. Berdasarkan hal itu, maka perusahaan dituntut untuk dapat
terus berkembang sehingga mampu menghadapi persaingan yang ada.
Dalam persaingan, kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kebutuhan pelanggan merupakan satu hal yang sangat penting.
Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan itu sendiri sangat
dipengaruhi oleh tingkat mutu yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan
yang meliputi kualitas produk, harga serta ketepatan waktu pengiriman. Semakin
tinggi tingkat mutu yang diberikan perusahaan kepada pelanggan, maka akan
semakin tinggi tingkat terpenuhinya kebutuhan pelanggan yang biasa dinyatakan
oleh tingkat kepuasan pelanggan. Tetapi apabila terdapat kesenjangan antara
tingkat mutu yang diberikan perusahaan dengan kebutuhan aktual pelanggan, maka
akan timbul masalah ketidakpuasan pelanggan yang merupakan masalah mutu yang
harus diselesaikan oleh perusahaan sebab dapat mengakibatkan hilangnya
pelanggan yang dimiliki oleh perusahaan. Berdasarkan hal itu, maka perusahaan
diharuskan untuk dapat meningkatkan secara terus menerus kemampuan produksinya
dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
Seiring dengan kemajuan teknologi yang
semakin berkembang, membuat para pelaku bisnis lebih memacu diri dalam
menghasilkan produk yang dapat diterima dan dipergunakan oleh konsumen. Hal
tersebut menyebabkan semakin banyak produk yang dipasarkan haruslah mempunyai
banyak keunggulan yang memudahkan konsumen sebagai pemakai produk. Banyak
terobosan baru yang dikembangkan oleh produsen yang intinya adalah untuk meningkatkan
kualitas produk, Segala upaya yang dilakukan oleh pihak produsen tersebut
memacu pihak konsumen untuk melakukan pilihan atau lebih selektif dalam
menggunakan suatu jenis produk atau pelayanan dari pihak produsen.
Suatu perusahaan tidak akan bertahan
tanpa ada konsumen yang mempergunakan atau memakai produk yang dihasilkan pihak
produsen, oleh sebab itu guna meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan
suatu perusahaan haruslah berdasarkan kepuasan pelanggan (Customer
satisfaction). Dengan mengetahui kepuasan pelanggan maka barang atau jasa yang
produksi suatu produsen tersebut memiliki nilai lebih karena lebih diminati
konsumen sebagai pemakai produk tersebut.
Kepuasan pelanggan secara umum mencakup
perbedaan antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Ada beberapa
unsur yang penting didalam kualitas yang ditetapkan pelanggan yaitu :
-
Pelanggan
merupakan prioritas utama perusahaan. Kelangsungan perusahaan tergantung pada
pelanggan.
-
Pelanggan
yang royal akan membeli berkali kali dari produk atau jasa yang sama.
-
Kepuasan
pelanggan dijamin dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Kualitas adalah salah
satu pokok masalah yang sering disalah artikan, makna kualitas berbeda
berdasarkan dengan konteks yang dipecahkan. Penilaian yang berbeda dalam
menilai criteria kualitas tersebut. Kualitas suatu produk atau jasa ditentukan
oleh para pelanggan. Langkah pertama yang harus dilakukan organisasi atau
perusahaan adalah mengetahui dan menyetujui apa yang diinginkan oleh pelanggan
(kebutuhan pelanggan). Langkah kedua adalah suatu organisasi harus memproduksi
tepat dengan apa yang diinginkan pelanggan, dengan biaya yang serendah mungkin.
Suatu bentuk dasar
konsep kualitas sering diartikan sebagai ukuran kebaikan suatu produk atau jasa
yang terdiri atas kualitas disain dan kualitas kesesuaian. Kualitas disain
adalah merupakan fungsi spesifik produk dan kualitas kesesuaian merupakan
ukuran dalam seberapa jauh suatu produk memenuhi syarat atau spesifikasi
kualitas yang diterapkan.
Banyak definisi kualitas
yang diterima secara universal, diantara definisi tersebut diantaranya adalah
elemen – elemen kualitas yang dikemukakan oleh Cohen ( 1995 ) :
a. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau
melebihi harapan pelanggan.
b. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia,
proses, dan lingkungan.
c. Kualitas merupakan kondisi yang selalu
berubah (misal apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin diangggap kurang
saat mendatang).
Berdasarkan elemen
tersebut dapat dibuat definisi kualitas yaitu “ Kualitas merupakan suatu
kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan konsumen".
Perencanaan kualitas
Pada hakekatnya
tujuan bisnis adalah untuk menciptakan dan mempertahankan para pelanggan. Dalam
pendekatan Total Quality Management, kualitas ditentukan oleh pelanggan. Setiap
usaha menajemen didalam TQM diarahkan pada tujuan yang sama, yaitu terciptanya
kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan menurut Bounds ( 1990 ) terdapat
beberapa manfaat diantaranya :
·
Hubungan antara pelanggan dan
perusahaan menjadi harmonis.
·
Memberikan dasar yang baik bagi
pembelian ulang.
·
Memberikan rekomendasi dari mulut ke
mulut yang menguntungkan perusahaan.
·
Reputasi perusahaan menjadi baik dimata
pelanggan.
·
Laba yang di peroleh menjadi semakin
meningkat.
Saat ini perhatian
terhadap kepuasan maupun ketidakpuasan pelanggan adalah faktor penentu suatu
usaha bisnis, oleh karena itu semakin banyak pihak yang menaruh perhatian
terhadap hal ini. Setiap hal yang berhubungan dengan kepuasan atau kepentingan
pelanggan adalah pemasaran, konsumen dan peneliti perilaku konsumen.
Persaingan yang
semakin ketat dalam dunia bisnis, yang mana bisa dilihat dengan semakin
banyaknya produsen yang terlibat dalam pemenuhan harapan dan keinginan
konsumen, sehingga tiap unit usaha bisnis harus dapat menempatkan orientasi
pada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama.
Dengan semakin
banyaknya unit usaha yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen memiliki
banyak pilihan dalam memilih. Hak hak konsumen pun mulai mendapatkan perhatian
besar, terutama yang berhubungan langsung dengan pemakaian barang atau jasa
tertentu. Dengan semakin banyaknya bermunculan perlindungan konsumen yang
kesemuanya memiliki tujuan memperjuangkan hak konsumen, etika bisnis dan
kesadaran dan kecintaan akan lingkungan. Dengan mempelajari kepuasan pelanggan
adalah sebuah upaya dalam rangka strategi bertahan dalam bisnis dan dapat juga
dikatakan sebagai upaya pemecahan yang maksimum dari pemenuhan kepuasan para
pelanggan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Beli KonsumenSwastha dan Irawan (2001) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat membeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat.
Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :
-
Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan seseorang
dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya,
aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
-
Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai sosial ekonomi
tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai
sosial ekonomi rendah.
-
Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana seseorang menggunakan waktu
senggangnya.
-
Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan berbeda dengan minat
pria, misalnya dalam pola belanja.
-
Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan
berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.
Sedangkan menurut Kotler, Bowen, dan Makens (1999) terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yaitu situasi tidak terduga (Unexpected situation) dan sikap terhadap orang lain (Respect to Others)
Faktor
– Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen
Swastha dan Irawan (2001) mengemukakan faktor-faktor
yang mempengaruhi minat membeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila
seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu
akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat.
Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :
Super dan Crites (Lidyawatie, 1998) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, yaitu :
a. Perbedaan pekerjaan, artinya dengan adanya perbedaan pekerjaan
seseorang dapat diperkirakan minat
terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan,
penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
b. Perbedaan sosial ekonomi, artinya seseorang yang mempunyai sosial
ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang
mempunyai sosial ekonomi rendah.
c. Perbedaan hobi atau kegemaran, artinya bagaimana seseorang
menggunakan waktu senggangnya.
d. Perbedaan jenis kelamin, artinya minat wanita akan berbeda dengan
minat pria, misalnya dalam pola belanja.
e. Perbedaan usia, artinya usia anak-anak, remaja, dewasa dan
orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan
seseorang.
Sedangkan menurut Kotler, Bowen, dan Makens
(1999) terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang dalam proses
pengambilan keputusan pembelian, yaitu situasi tidak terduga (Unexpected
situation) dan sikap terhadap orang lain (Respect to Others).
Kesimpulan
Nilai
Konsumen adalah ikatan emosional yang terjalin Antara Konsumen dan
Produsen setelah Konsumen menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan produsen
tersebut dan mendapati bahwa produk bersangkutan memberikan nilai tambah.
Kepuasan
Konsumen merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang sebagai hasil
dari perbandingan Antara prestasi atau produk yang dirasakan dan diharapkannya.
Jadi dari definisi - definisi diatas artinya adalah jika perasaan seseorang
tersebut memenuhi atau bahkan melebihi harapannya maka seseorang tersebut dapat
dikatakan puas.
SUMBER
:
http://www.kompasiana.com/hadi_santa/kualitas-produk-vs-kepuasan-pelanggan_55008503a333115b73511120
http://www.academia.edu/5004226/MENCIPTAKAN_NILAI_PELANGGAN_KEPUASAN_DAN_LOYALITAS_MAKALAH_INDIVIDU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar